Tagged: perkembangan bayi

Manfaat Bayi Berenang untuk Kesehatan dan Perkembangan Tubuhnya

Meski belum cukup umur untuk diajak berjalan, bayi berenang justru bisa meningkatkan perkembangan tubuhnya. Ada beberapa manfaat saat bayi berenang di dalam air. Berada di dalam air, justru membuat tubuh bayi Anda bisa menendang, meluncur, dan memukul air.

Akan tetapi, lebih baik Anda tetap menjaga bayi saat renang apalagi di kolam atau danau yang mengandung klorin sampai mereka sudah berusia 6 bulan. Hal ini juga terkait karena sistem kekebalan tubuh bayi yang masih lemah.

Berikut beberapa manfaat bayi berenang di dalam air.

1. Berenang Meningkatkan Fungsi Kognitif Bayi

Saat beraktivitas di dalam air, maka dia akan melakukan gerakan seperti berpola silang yang menggunakan kedua sisi tubuh untuk melakukan aktivitas tertentu. Selain itu, berenang juga bisa membantu perkembangan otak bayi. Gerakan pola silang saat berenang dapat membangung neuron di seluruh otak terutama di corpus callosum. Selanjutnya hal ini akan memudahkan bayi untuk ke perkembangan selanjutnya, dan memudahkannya untuk membaca, mendukung perkembangan bahasa, kesadaran spasial dan pembelajaran akademik.

2. Berenang Meningkatkan Kepercayaan Diri 

Sebagian besar kelas bayi dapat mencakup unsur-unsur seperti permainan air, lagu, dan pembelajaran dari pengasuh. Saat bayi berenang, mereka akan berinteraksi satu sama lain dan bersama instruktur. Tak hanya itu, bayi juga dapat belajar beraktivitas dalam kelompok. Saat berkegiatan secara berkelompok, bayi Anda dapat mempelajari keterampilan baru, yaitu dapat meningkatkan kepercayaan diri bayi. Kebiasaan berinteraksi dalam kelompok ini di masa depan akan membantu bayi untuk mampu mengendalikan diri, memiliki keinginan untuk sukses, lebih percaya diri, dan lebih nyaman saat harus berbaur dengan banyak orang.

3. Membangun Otot

Saat berenang, maka hal ini akan meningkatkan perkembangan dan kontrol otot yang penting pada bayi di usia muda. Bayi perlu mengembangkan otot-otot yang diperlukan untuk mengangkat kepala, menggerakkan lengan dan kaki, dan melatih inti tubuh mereka agar bisa berkoordinasi dengan bagian tubuh lainnya.

Tak hanya itu, saat berenang, hal tersebut tidak hanya meningkatkan kekuatan dan kemampuan otot mereka, serta memberikan manfaat internal dengan menggerakkan sendi-sendi tersebut. Renang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan untuk membantu memperkuat jantung, paru-paru, otak, dan pembuluh darah bayi.

4. Meningkatkan Koordinasi dan Keseimbangan

Ketika bayi dilatih renang di air juga bermanfaat untuk membantu pembentukan otot bayi. Tak hanya itu, berenang juga bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi dan keseimbangannya. Tidak mudah bagi bayi untuk belajar menggerakkan tangan dan kaki bersama-sama.

5. Memperbaiki Pola Tidur

Olahraga renang membutuhkan banyak energi. Saat mereka berada di lingkungan baru, mereka akan menggunakan tubuh mereka dengan cara yang benar-benar baru, dan mereka bisa bekerja ekstra keras untuk tetap membuat tubuh hangat. Semua aktivitas tersebut dapat menghabiskan banyak energi bayi. Oleh karena itu, bayi dapat mudah mengantuk usai berenang. 

6. Meningkatkan Nafsu Makan

Aktivitas di kolam renang membuat bayi mudah lapar karena sangat menguras energinya. Tak hanya itu, energi yang dimiliki oleh bayi juga dibutuhkan untuk membuat tubuh kecilnya tetap hangat dan tubuhnya juga membakar banyak kalori. Oleh karena itu, jika bayi berenang secara rutin, maka Anda akan melihatnya mengalami peningkatan nafsu makan secara teratur.

Bayi berenang di dalam air bisa sangat bermanfaat untuk kesehatan dan perkembangan tubuhnya. Selama Anda melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan, maka hal itu sudah cukup untuk membuat bayi Anda tetap aman. Manfaat lain dari bayi berenang adalah mempererat pengalaman ikatan orang tua dan anak yang luar biasa.

Lakukan Ini Jika Bayi Susah Makan Saat MPASI!

Lakukan Ini Jika Bayi Susah Makan Saat MPASI!

Saat bayi susah makan atau kehilangan nafsu makan tentu saja hati orang tua akan sulit untuk tenang. Namun, jangan langsung putus asa saat menghadapi situasi seperti ini. Daripada panik, sebaiknya Anda menganalisis apa yang menjadi penyebab bayi tidak mau makan dan cara tepat mengatasinya. 

Jika alasan susah makan disebabkan karena bayi sedang sakit, Anda juga perlu mengetahui gejalanya dan sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Masalah anak tidak mau makan bukanlah hal yang bisa diabaikan, karena si Kecil bisa saja kekurangan nutrisi yang mempengaruhi tumbuh kembangnya.

  1. Perkenalkan dengan menu tunggal buah-buahan

Memang saat ini banyak dokter dan tenaga kesehatan yang merekomendasikan pemberian MPASI 4 bintang pada saat anak menginjak usia 6 bulan. Akan tetapi tidak sedikit anak yang bisa kaget dengan berbagai rasa yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. Anda dapat mulai memperkenalkannya dengan menu tunggal buah-buahan selama dua minggu pertama misalnya dengan puree pisang dan alpukat. Menu tunggal dengan rasa yang lebih sederhana akan membuat anak belajar rasa dengan nyaman.

  1. Coba menu tunggal karbohidrat dan sayuran

Anda bisa mencoba memberikan si Kecil menu tunggal karbohidrat dan sayuran. Buatkan puree kentang, puree wortel, atau puree ubi sebagai variasi makanan buah hati Anda. Tidak semua anak bisa langsung diberikan menu 4 bintang, yang terpenting anak tetap diajarkan makan saat masanya tiba. Tunda menggunakan bahan ikan seperti salmon apabila anak terlihat tidak suka. Anda bisa mencampur puree tadi dengan kaldu ayam maupun daging terlebih dulu. Rasa gurih pada kaldu diharapkan dapat disukai anak-anak. 

  1. Atur jadwal makan dan minum susu

Salah satu alasan anak tidak mau makan adalah karena ia merasa sudah kenyang. Anda harus pintar membuat jadwal makan dan minum susu untuk si Kecil dengan melihat pola dan kebiasaannya. Jangan memberikan makanan setelah anak minum susu karena pasti ditolak. Beri jeda 1.5 hingga 2 jam untuk memberi waktu anak merasa lapar.

  1. Berikan porsi sedikit tapi sering

Bagi anak yang sulit makan Anda dapat memberinya porsi kecil tetapi sering misalnya setiap 2 jam sekali. Selingi antara makanan berat, snack dan susu agar anak tidak bosan. Hal ini diharapkan dapat menambah berat badan anak dan menerapkan kebiasaan makan dengan terjadwal.

  1. Selingi makan dan minum menggunakan sendok

Bila si Kecil terlihat sudah tidak mau makan lagi, Anda dapat menyuapinya air mineral menggunakan sendok. Hal ini bertujuan agar sisa makanan di dalam rongga mulut dapat terdorong masuk ke lambung. Anak memang sedang dalam tahap penyesuaian belajar dari yang tadinya hanya minum saja sekarang harus belajar makan juga. Sehingga Anda dapat menerapkan siasat yang satu ini agar anak tetap mendapat asupan makanan dengan baik.

  1. Buat suasana makan yang berbeda

Jika si Kecil terlihat tidak mau makan, Anda bisa mengganti suasana. Makan harus di kursi makan, namun suasana meja makan bisa diubah, misalnya dengan mengganti perlengkapan makan si Kecil dengan warna-warna baru atau dengan memutar musik kesukaannya.  Saat makan, anak tidak boleh menghadap layar atau sambil bermain. Ini tujuannya agar ia mengerti, waktunya makan ia harus makan bukan melakukan aktivitas yang lain. 

  1. Batasi waktu makannya

Saat memulai makan dan si Kecil mengalami kesulitan, mungkin ia menjadi lama menghabiskan makanannya. Namun, Anda sebaiknya tidak memaksa si Kecil menghabiskan makanannya dengan memperpanjang waktu makan. 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bayi susah makan. Namun jika kondisi ini terus berlanjut, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari bayi Anda susah makan.