Tagged: penyakit

Anak Alami Ciri-ciri Disleksia, Apa yang Harus Diketahui?

Hati Anda sebagai orang tua pasti remuk ketika melihat Anda menunjukkan ciri-ciri disleksia. Di mana disleksia merupakan gangguan belajar yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada area otak yang memproses bahasa. Ciri-ciri disleksia yang umumnya dialami oleh anak, antara lain terlambat dalam berbicara, sulit menghafal abjad, membaca dengan sangat lamban, sampai kesulitan dalam proses menulis. 

Kebanyakan orang beranggapan bahwa gejala disleksia merupakan kondisi yang sudah tidak bisa diperbaiki dan merusak masa depan anak. Namun, pikiran Anda mungkin akan langsung berubah dan kepanikan Anda bisa lekas memudar jika mengetahui fakta-fakta yang sebenarnya terkait disleksia. 

Berikut ini adalah beberapa fakta penting soal disleksia. Jadi ketika anak Anda mengalami ciri-ciri disleksia, pahami dulu fakta-fakta di bawah ini dan lakukanlah penindakan yang tepat. 

Cenderung Diturunkan dalam Keluarga 

Anda mungkin penasaran bagaimana bisa anak Anda mengalami ciri-ciri disleksia. Hampir sebagian besar disleksia anak merupakan keturunan dari keluarga, khususnya orang tua. Anak-anak yang memiliki orang tua yang salah satunya pengidap disleksia, hampir 50 persen akan menderita disleksia pula. Apalagi jika kedua orang tuanya pengidap disleksia, anak tersebut hampir bisa dipastikan 100 persen mengalami gangguan belajar yang sama. Namun selain faktor orang tua, risiko disleksia pada anak bisa meningkat jika ia lahir prematur ataupun terlahir dengan berat badan yang rendah. 

Tidak Mempengaruhi Kecerdasan 

Jangan menganggap anak yang memiliki ciri-ciri disleksia adalah pribadi yang tidak cerdas. Kenyataannya, orang-orang yang mengidap disleksia justru dinilai lebih kreatif dan memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Salah satunya contoh hidupnya adalah Albert Eistein, di mana penemu ini ternyata merupakan pengidap disleksia, namun memiliki IQ tinggi sampai 160. 

Kerap Disertai Gangguan Hiperaktif 

Yang perlu diwaspadai dari anak yang menunjukkan ciri-ciri disleksia adalah ada tidaknya kondisi penyerta yang mesti mendapatkan terapi ekstra. Pasalnya menurut penelitian, hampir 40 persen anak yang mengidap disleksia ternyata juga memiliki masalah gangguan hiperaktif yang membuatnya sulit berkonsentrasi. 

Masalah dengan Pengurutan 

Masalah utama yang biasanya dirasakan oleh penderita disleksia adalah terkait pengururan. Ini membuat pengidap disleksia sulit mengingat urutan huruf ataupun membaca sesuatu secara berurutan. Hal ini pula yang pada akhirnya membuat pengidap disleksia sulit untuk menghafal alfabet ataupun membaca dengan cepat. 

Habiskan Banyak Energi 

Jangan memarahi anak yang memiliki ciri-ciri disleksia. Anda justru harus ekstra sabar mengajarinya sebab ia jauh lebih lelah daripada Anda! Asal tahu saja, penderita disleksia menghabiskan enegri 5 kali lipat lebih banyak daripada orang yang tidak mengalami gangguan belajar ini untuk menulis ataupun membaca. Apakah Anda ingin semakin menghabiskan energinya dengan terus-menerus memaksanya belajar tanpa henti sembari mengomelinya sepanjang waktu? 

Terbagi 2 Jenis Utama 

Ada dua jenis utama disleksia yang mungkin dialami oleh seseorang. Yang pertama adalah disleksia visua di mana seseorang mengalami kesulitan membaca ataupun menulis karena lemahnya pempromesan visual dalam area otak. Yang satu algi adalah disleksia fonologi. Di mana seseorang mengalami ciri-ciri disleksia karena ia kesulitan memproses apa yang ia dengar. 

Tidak Ada Obat 

Bagaimanapun, disleksia bukanlah suatu penyakit. Percuma Anda menuntut dokter memberikan obat kepada anak jika si kecil menunjukkan ciri-ciri disleksia. Soalnya, tidak ada obat untuk gangguan belajar yang satu ini. Yang dapat Anda lakukan adalah mengikutkan anak terapi untuk proses belajar yang lebih menyenangkan dan memungkinkannya mengingat lebih mudah. Nyatanya dengan bantuan yang tepat, seseorang yang mengidap disleksia dapat belajar membaca dan mengeja. 

Diidap 20 Persen Populasi 

Anda mungkin sulit percaya dengan fakta yang satu ini di mana pengidap disleksia ternyata sangat banyak! Hampir 20 persen populasi dunia atau 1: 5 orang ternyata mengidap disleksia! Hanya saja, tingkatan disleksianya berbeda-beda, mulai dari yang ringan sampai yang parah. Banyak pula penderita disleksia yang tidak menunjukkan ciri-ciri disleksia secara gamblang sehingga gangguan belajar tersebut tidak disadari orang lain. 

Jika anak Anda menunjukkan ciri-ciri disleksia, tetap kawal proses belajarnya tanpa emosi yang berlebihan. Bagaimanapun, ia tidak menginginkan kondisi tersebut. Namun, pertolongan yang tepat dari Anda bisa membuat semangatnya untuk mengurangi gejala disleksia semakin besar.