Penjelasan Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sperma pada Testis

Spermatogenesis adalah suatu proses terjadinya pembentukan sel sperma pada pria. Spermatogenesis juga memengaruhi kualitas sperma dalam sel telur hingga terjadi pembuahan atau kehamilan.

Tidak seperti organ reproduksi wanita, organ reproduksi pria berada di bagian dalam dan luar rongga panggul. Selain itu, sistem reproduksi pria juga dirancang khusus agar dapat memproduksi, menyimpan, dan mengangkut sperma. Organ reproduksi pria terdiri dari testis, saluran epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan penis.

Proses Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses terjadi produksi sperma. Setelah seorang pria mencapai pubertas, maka ia akan menghasilkan jutaan sel sperma setiap hari. Sel sperma yang dihasilkan pada umumnya memiliki ukuran sekitar 0.05 milimeter.

Spermatogenesis terjadi di testis. Ada sistem  tabung kecil di testis. Tabung-tabung tersebut disebut sebagai tubulus seminiferus yang dapat menampung sel-sel germinal yang disebabkan oleh hormon seperti testosteron menjadi sperma. Sel germinal ini akan membelah dan berubah hingga menyerupai berudu yang memiliki kepala dan ekor yang pendek.

Ekor yang terdapat pada sel sperma akan mendorong sperma ke dalam tabung di belakang testis yang disebut epididimis. Selama lima minggu, sperma akan melakukan perjalanan melalui epididimis dan menyelesaikan perkembangannya. Setelah keluar dari epididimis, sperma akan bergerak ke vas deferens.

Saat pria sedang melakukan aktivitas seksual, maka sperma akan dicampur dengan air mani, yaitu suatu cairan berwarna keputihan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis dan kelenjar prostat untuk membentuk air mani. Akibat rangsangan aktivitas seksual tersebut, air mani akan mengandung 500 juta sperma, yang akan didorong keluar dari penis melalui uretra.

Sperma diproduksi setiap hari, tetapi siklus regenerasi sperma penuh (spermatogenesis) membutuhkan waktu sekitar 64 hari. Spermatogenesis merupakan siklus lengkap dan pematangan sperma. Dengan spermatogenesis, maka tubuh pria akan selalu ada pasokan sperma yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan vagina ke sel telur yang tidak dibuahi di ovarium wanita untuk hamil.

Selama spermatogenesis, testis akan menghasilkan beberapa juta sperma per hari yaitu sekitar 1.500 per detik. Pada akhir siklus produksi sperma penuh, seorang pria dapat meregenerasi hingga 8 miliar sperma.

Ini mungkin tampak berlebihan, tetapi seorang pria akan melepaskan 20 hingga 300 juta sel sperma dalam satu mililiter air mani. Tubuh juga akan  mempertahankan surplus untuk memastikan ada pasokan sperma untuk pembuahan.

Siklus regenerasi sperma

1. Pembelahan sel sperma diploid menjadi spermatid haploid yang dapat membawa informasi genetik.

2. Pematangan sperma di testis, khususnya di tubulus seminiferus. Hormon dapat membantu spermatid melalui proses ini sampai menjadi spermatozoa. Sperma kemudian tetap berada di testis sampai hampir matang.

Sperma yang matang memiliki kepala yang mengandung materi genetik dan ekor untuk membantu sperma melakukan perjalanan melalui tubuh wanita untuk pembuahan.

3. Sperma akan bergerak ke dalam epididimis yaitu suatu tabung yang terhubung ke testis yang menyimpan sperma. Epididimis dapat mempertahankan sperma sampai ejakulasi. Di sinilah sperma mendapatkan motilitas atau kemampuan untuk bergerak. Hal ini memungkinkan sel sperma untuk melakukan perjalanan ketika dilepaskan dalam cairan mani (air mani) selama ejakulasi.

Kualitas dan kuantitas sperma dari proses spermatogenesis ini dapat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Oleh karena itu, makanlah dengan baik, tetap aktif, dan hindari perilaku tidak sehat untuk menjaga sel sperma tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *