Gejala Turunnya Imunitas dan Obati dengan H-Booster Anak

Menjaga daya tahan tubuh menjadi perhatian khusus yang harus Anda jaga, termasuk anak selama masa pandemi. Imunitas yang buruk, akan menyebabkan si kecil mudah terserang berbagai penyakit, terutama virus Corona-19 yang semakin menyebar di semua wilayah. Oleh karena itu, pemberian suplemen seperti H Booster anak setiap hari sangatlah penting. Selain pemberian suplemen, penting untuk Anda mengetahui apa saja gejala atau ciri saat imunitas anak mulai melemah, seperti berikut.

1. Tingkat stres yang tinggi

Tanda pertama dari sistem kekebalan yang melemah yang akan Anda perhatikan adalah tingkat stres yang tinggi. Jika Anda mengabaikan tingkat stres pada anak untuk waktu yang lama, hal ini akan menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuhnya. Akibatnya, jumlah sel darah putih, dan limfosit menurun dalam tubuh, yang biasanya melawan infeksi. Kondisi ini juga dapat membuat si kecil mudah terkena flu dan diare. 

2. Tubuh memiliki banyak infeksi

Terbukti secara medis bahwa jika si kecil menderita lebih dari lima infeksi seperti sakit telinga, sinusitis bakteri kronis, lebih dari dua kasus pneumonia atau membutuhkan lebih dari tiga antibiotik dalam setahun, maka sudah saatnya, Anda harus berkonsentrasi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Anda sebaiknya memberikan H-Booster anak demi menjaga sistem kekebalan tubuhnya tetap baik, terutama selama masa pandemi.

3. Rawan masuk angin

Baik orang dewasa maupun anak-anak, biasanya dapat menderita flu biasa dua hingga tiga kali dalam setahun. Sistem kekebalan yang lemah juga dapat menyebabkan batuk kronis sepanjang tahun. Dalam kasus normal, sistem kekebalan tubuh bekerja untuk menghasilkan antibodi, sehingga mereka dapat melawan kuman yang tidak diinginkan dalam waktu 2-4 hari.

4. Kelelahan

Sistem kekebalan tubuh yang menurun dapat membuat anak lebih mudah merasa lesu sepanjang hari, bahkan jika mereka cukup tidur di malam hari. Kondisi ini akan membuat tubuh kelelahan dan dengan tingkat energi yang rendah.

5. Pemulihan luka yang lambat

Sistem kekebalan yang lemah tidak dapat menghasilkan kulit baru dengan cepat dan mengakibatkan pemulihan luka yang lambat. Kondisi tersebut dipengaruhi karena sel-sel kekebalan yang sehat, yang membantu regenerasi kulit baru ketika kulit mengalami kerusakan.

6. Nyeri sendi

Kekebalan yang lemah akan membuat si kecil lebih mudah mengeluh pada nyeri sendi yang berulang. Jika sistem kekebalan mereka menurun untuk waktu yang lama, anak bisa berakhir mengalami vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah karena gangguan autoimun atau infeksi. Anak juga bisa mengalami sendi yang bengkak, kaku atau sering nyeri, karena peradangan pada lapisan dalam sendi.

7. Masalah usus kronis

Menurut ilmu kedokteran, sekitar 70-75% dari sistem kekebalan ada di saluran pencernaan. Oleh karena itu, sistem kekebalan yang lambat menyebabkan sembelit, keasaman, gas, diare dan sebagainya. Penurunan jumlah mikroorganisme dan bakteri yang berguna di saluran pencernaan, akan ada risiko lebih tinggi untuk peradangan kronis, dan gangguan autoimun.

Anda dapat memberikan H-Booster anak yang merupakan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh anak. H-Booster anak mengandung zat aktif sodium askorbat dan zinc picolinate yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, sekaligus menjaga sistem pencernaan.

Selain itu, H-Booster anak dilengkapi dengan kombinasi piridoksina HCI (vitamin B6) dan thiamin HCl (vitamin B1) yang bekerja efektif untuk mengubah makanan menjadi sumber energi bagi tubuh. 

Anda dapat memberikan H-Booster anak sebanyak ½ sendok takar sebanyak 1 kali/hari untuk anak usia 1 hingga 2 tahun. Sedangkan anak 2 hingga 5 tahun, berikan 1 sendok takar sebanyak 1 kali/hari. Terakhir, untuk anak 5 tahun ke atas, berikan 2 sendok takar sebanyak 1 kali/hari. H-Booster sebaiknya dikonsumsi setelah makan dan disimpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari sinar matahari langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *