Category: Penyakit

Tropicana Slim Low Fat Milk, Apa Bedanya dengan Susu Biasa?

Ada banyak sekali jenis susu yang dijual dan dikonsumsi secara umum, salah satunya susu rendah lemak atau low fat milk. Bagi Anda yang ingin mencoba susu rendah lemak, cobalah gunakan Tropicana Slim Low Fat Milk

Susu yang satu ini tidak mengandung kadar lemak yang tinggi. Tidak hanya itu, susu dari Tropicana Slim ini juga memiliki kadar gula yang sangat rendah, sehingga cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Perbedaan Tropicana Slim Low Fat Milk dengan susu lain

Salah satu perbedaan utama dari susu Tropicana Slim adalah kandungan lemak serta gulanya yang sangat rendah. Kebanyakan orang lebih senang mengonsusmi susu dengan perasa tambahan, namun rasa tambahan itu biasanya diikuti juga dengan kadar gula tambahan yang cukup tinggi.

Ini membuat susu umum tidak cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Untungnya, susu dari Tropicana Slim ini menggunakan rasa vanilla, namun tidak menambahkan gula yang tinggi sehingga tidak memicu peningkatan kadar gula dalam darah. 

Selain itu, sebagai susu rendah lemak, susu dari Tropicana Slim ini memiliki beberapa karakteristik, seperti: 

  • Kadar lemak rendah

Pada umumnya, susu biasa mengandung kadar lemak sebanyak 3,25 persen. Tapi, susu rendah lemak mengandung hanya 1 persen saja lemak.

Secara khusus, susu Tropicana Slim Low Fat Milk mengandung 0,5 gram lemak per saji. Angka ini tentu sangat rendah. Mengongsumsi susu rendah lemak dari Tropicana Slim tidak akan membuat asupan lemak Anda menjadi berlebihan. 

  • Mengandung omega-3

Sama seperti susu pada umumnya, susu rendah lemak juga mengandung omega-3. Omega-3 adalah kandungan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan ini berperan penting dalam meningkatkan kesehatan jantung dan tulang. 

Dibandingkan dengan jenis susu skim, susu rendah lemak mengandung omega-3 yang lebih tinggi. Meskipun, bila dibandingkan dengan whole milk, kandungan omega-3 pada susu rendah lemak cenderung sedikit lebih rendah. 

  • Rendah kalori

Tropicana Slim Low Fat Milk cocok digunakan bagi Anda yang menderita diabetes. Karena mengandung kadar lemak yang sangat rendah, susu pun ini pun mengandung kalori yang rendah pula.

Rendahnya kadar lemak dan kalori pada susu ini membuat kandungan susu tidak memicu peningkatan kadar gula darah yang terlalu pesat. Sehingga, susu jenis ini tidak berbahaya bagi penderita diabetes. 

Cara mengonsumsi susu rendah lemak

Ada banyak cara untuk menggunakan susu rendah lemak. Cobalah mengikuti beberapa cara mudah seperti berikut: 

  • Langsung diminum

Cara paling mudah adalah meminum Tropicana Slim Low Fat Milk secara langsung, tanpa diolah menjadi makanan atau minuman lainnya. Untuk meminum susu ini, Anda hanya perlu melarutkan 4 sendok makan susu Tropicana Slim lalu mencampurkannya dengan 200 ml air hangat. 

Setelah itu, aduk campuran susu dan air hangat tersebut sampai merata. Bila sudah larut, maka susu bisa langsung Anda konsumsi. 

  • Diolah ke dalam jus

Anda juga bisa menambahkan susu Tropicana Slim ke dalam jus buah buatan sendiri. Ini bisa menjadi salah satu cara lain untuk mengonsumsi minuman sehat yang rendah lemak dan gula. Anda bebas berkreasi dengan susu Tropicana Slim Low Fat Milk sesuai dengan selera. Dapatkan susu ini dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp68.000 untuk kemasan susu berukuran 500 gram, di toko-toko online maupun offline.

4 Tipe Diabetes yang Perlu Kamu Ketahui

Ternyata penyakit gula terbagi menjadi empat tipe diabetes yang berbeda dengan keadaan yang berbeda pula dari segi dampak, kondisi tubuh penderita, dan penanganan yang perlu dilakukan pun berbeda.

1. Diabetes tipe 1 (mellitus)

Tipe diabetes 1 ialah tingkatan yang paling parah dari tipe diabetes lain, termasuk kedalam diabetes yang sudah kronis. Penyebabnya dikarenakan terjadinya proses autoimun sehingga sel beta dalam pankreas yang bekerja untuk memproduksi insulin hancur, dan tubuh tidak dapat memproduksi insulin. 

Jika tubuh kekurangan insulin, akan menyebabkan hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Insulin sangat penting fungsinya dalam tubuh, bekerja sebagai pembawa glukosa dari darah ke sel-sel tubuh. Selain itu, insulin berfungsi membantu sel tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi. 

Jika tubuh kekurangan insulin, gula dari makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat diproses dengan sempurna oleh tubuh, akibatnya gula akan menumpuk di dalam darah. Dampak yang akan terjadi, tubuh akan mengalami kenaikan kadar gula darah yang akan mengakibatkan kepada komplikasi pada tubuh.

Seseorang dapat menderita penyakit gula tipe 1 biasanya dipicu adanya faktor genetik (keturunan). Selain itu, faktor lingkungan yang berasal dari virus maupun bakteri bisa juga menjadi penyebabnya. Beberapa faktor lingkungan yang mungkin menjadi penyebab seseorang bisa menderita diabetes tipe 1, sebagai berikut :

  • Virus dan bakteri akibat kurangnya kebersihan diri dan lingkungan.
  • Resiko mengidap tipe 1 meningkat pada orang yang tempat tinggalnya semakin jauh dari garis khatulistiwa, 
  • Beberapa komponen yang dapat menyebabkan penyakit tipe 1, seperti kurangnya vitamin D, gluten pada gandum yang beresiko akan penyakit celiac.

2. Diabetes tipe 2

Tipe diabetes dapat terjadi ketika sel tubuh mengalami kesulitan dalam menerima respon insulin. Sama halnya dengan tipe 1, kadar gula darah menjadi tidak terkontrol. Akibat hancurnya insulin dikarenakan autoimun. Namun, bedanya jika tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik, diabetes tipe 2 ini dapat terjadi karena gaya dan pola hidup yang tidak baik. Penyebab tipe 2 masih sulit untuk diketahui secara pasti. Namun, biasanya disebabkan oleh pola hidup seperti berikut :

  • Kurangnya berolahraga, sehingga tubuh kurang bergerak dan organ tubuh tidak berfungsi secara sempurna
  • Berlebihnya berat badan
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang tinggi
  • Mengonsumsi makanan tinggi kalori

Terdapat beberapa gejala yang dapat muncul dan dirasakan oleh penderita tipe 2 di antaranya, seperti :

  • Luka pada tubuh yang sulit untuk sembuh
  • Penglihatan mulai kabur
  • Munculnya kehitaman pada bagian tubuh

Akan tetapi, gejala-gejala ini tak langsung timbul di awal penyakit menjangkiti seseorang, butuh waktu cukup lama untuk akhirnya muncul dan dapat dirasakan penderitanya. Tentu hal ini cukup berbahaya, karena penyakit ini bisa saja muncul tanpa disadari oleh penderitanya, hingga komplikasi pun bisa saja sudah terjadi. Komplikasi yang mungkin bisa terjadi seperti, penyakit Alzheimer, terganggunya pendengaran, kelainan pada kulit, dan penyakit jantung. 

Diabetes tipe 2 ini dapat dicegah maupun dikontrol dengan melakukan hal berikut : 

  • Rutin melakukan olahraga untuk menjaga berat badan dan kebugaran tubuh
  • Konsumsi obat pengatur gula darah yang telah diresepkan dokter
  • Menerapkan pola hidup sehat dengan tidak begadang, tidak mengonsumsi gula yang berlebihan, menjaga berat badan, dan menjaga porsi zat dalam makanan yang akan masuk ke dalam tubuh.

3. Diabetes tipe 3

Diabetes tipe 3 bisa diartikan sebagai gabungan dari tipe 1 dan tipe 2 yang dikaitkan dengan fungsi otak. Kombinasi dari ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan insulin (tipe 1) dengan ketidakmampuan tubuh dalam merespon insulin (tipe 2) dapat menyebabkan komplikasi penyakit jantung, amputasi, kebutaan, sampai kematian. Belum banyak ahli yang menjelaskan akan penyebab dari adanya tipe 3 ini. Gejala yang dapat timbul hampir sama dengan tipe 1 dan tipe 2, hanya saja biasanya tipe 3 ini berkaitan dengan hilangnya memori, dan adanya gangguan pada fungsi otak.

Dalam mengatasi diabetes tipe 3, akan diberikan kombinasi pengobatan tipe 2 dan pengobatan penyakit Alzheimer.

4. Diabetes tipe 4 (Diabetes Mellitus Gestasional)

Kondisi diabetes ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang pada awalnya tidak mengalami diabetes, tetapi ketika sedang hamil memiliki kadar gula darah terlalu tinggi. Ibu yang mengalami ini dapat berisiko tinggi melahirkan anak yang nantinya bisa mengalami diabetes tipe 2. Hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya faktor perubahan hormon yang turut andil dalam berkembangnya jenis penyakit gula ini.

Ibu hamil tentunya bisa mencegahnya dengan mengontrol kadar gula darah selama kehamilan dengan cara, rutin berolahraga, menerapkan pola makan yang sehat, mengonsumsi obat sesuai dengan yang dianjurkan dokter, agar setelah melahirkan kadar gula darah bisa kembali normal.

Kondisi ibu hamil ini dapat berisiko terjadinya komplikasi pada tekanan darah tinggi, terjadinya keguguran, preeklamsia, anak cacat lahir, hingga bayi yang lahir dengan keadaan meninggal. Maka penting untuk periksakan kondisi diri dan kehamilan secara rutin untuk mendapat penanganan sedini mungkin.

Agar dapat ditangani secara tepat, maka konsultasikan kondisi diri dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang sesuai.