Category: Obat

Mylanta: Kegunana, Dosis dan Efek Samping

Pernah mengalami maag? Atas perut kembung? Pasti tidak asing lagi dengan Mylanta. Sakit maag merupakan penyakit gangguan asam lambung yang sering dialami banyak orang. Untuk mengatasinya, biasanya penderita maag akan mengonsumsi obat maag. Salah satu merek obat maag yang telah terpercaya selama bertahun-tahun, yaitu Mylanta.

Apa saja kegunaan Mylanta?

Tidak seperti obat maag biasa, Mylanta bekerja secara langsung ke pusat rasa sakit dengan cara menetralkan asam lambung berlebihan yang menimbulkan naiknya kadar asam dan menyebabkan mual yang disertai sakit maag. Mylanta menurunkan asam lambung dengan cepat secepatnya sehingga kita dapat kembali ke rutinitas sehari-hari.

Mylanta berguna untuk mengurangi berbagai gejala-gejala sakit maag, seperti mual, perit kembung, perih, nyeri lambung, dan nyeri ulu hati. Mulanta mengandung zat-zat aktif, seperti alumunium hidroksida, magnesium hidroksida dan someticone. Ketiga zat aktif tersbut berfungsi untuk mengataasi gejala sakit maag.

Alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida berguna untuk menetralkam kelebihan kadar asam pada lambung. Sementara itu, simeticone berguna untuk menekan gas akibat asam lambung sehingga gas yang dihasilakn dapat dikeluarkan dari lambung. 

Apa saja varian produk Mylanta dan dosis serta aturan penggunaannya?

Mylanta hadir dalam berbagai varian, antara lain:

  1. Mylanta Chew & Melts 

Mylanta Chew & Melts merupakan tablet antasida yang dapat dikunyah, cepat larut dan segera bekerja mengurangi gejala-gejala sakit maag. Tersedia dalam pilihan dua rasa, yaitu mint dan berry. 

Dosis dan Aturan Pakai:

  • Dewasa 1-2 tablet, 3-4 kali per hari
  • Diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.
  1. Mylanta Cair

Mylanta Cair dengan “Quick Action Formula” bekerja dengan menurunkan asam lambung dengan cepat. Mylanta cair bekerja pada sumber gejala dan meredakan sakit maag dengan cepat secara keseluruham muali dari pusat saraf rasa sakit di perut hingga ke rasa mual yang mengganggu. 

Dosis & Aturan Pakai:

  • Dewasa 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kalo per hari
  • Anak anak usida 6-12 tahun ½-1 sendok takar 92/5-5 ml), 3-4 kali per hari
  • Diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.
  • Kocok sebelum diminum. Gunakan sendok teh.
  • Tidak dianjurkan digunakan terus menerus lebih dari dua minggu, kecuali petunjuk dokter.
  1. Mylanta Tablet

Meskipun dalam  bentuk tablet, Mylanta tablet bekerja cepat seperti Mylanta cair untuk menurunkan asam lambung. Mylanta tablet sangat praktis dibawa kemanapun, sehingga tidak perlu khawator jika gejala sakit maag mulai menyerang. Mylanta tablet beriusi 10 tablet dengan rasa mint.

Dosis dan Aturan Pakai:

  • Dewasa 1-2 tablet. 3-4 kali per hari
  • Anak-anak usida 6-12 tahun 1/1-1 tablet, 3-4 kali per hari
  • Diminum 1 jam sebelum amkan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur, sebaiknya dikunyah dahulu.

Apa saja yang harus diperhatikan saat mengonsumsi Mylanta?

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian Mylanta, antara lain:

  • Hindari pemakaian pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, karena dapat menyebabkan hipermagnesia (ladar magnesium yang tinggi dalam darah).
  • Jangan diberikan kepada pasien ang hipersensitif terhadap alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, simetikon atau komponen lain yang terkandung di dalam obat. 

Apa saja efek samping dari penggunaan Mylanta?

Efek samping yang dapat ditimbulkan penggunaan Mylanta, yaitu diare, sembelit, muntah, sensasi terbakar di mulut atau tenggorokan, dysgeusia atau persepsi rasa berubah, reaksi hipersensitif termasuk urtikaria, ruam dan angloedema. Sebaiknya hentikan jika efek samping tersebut. Segera periksa ke dokter apabila efek samping semakin memburuk. 

Manfaat dan Efek Samping Obat Glucovance

Glucovance merupakan obat yang digunakan untuk terapi pada pasien penderita diabetes mellitus tipe 2. Glucovance mengandung dua bahan aktif, yaitu Glibenclamide dan Metformin. Glibenclamide merupakan obat golongan sulfonilurea yang bekerja dengan cara meningkatkan produksi insulin. Sedangkan metformin bekerja dengan cara mengurangi kadar gula yang diproduksi oleh hati. Selain itu, Glucovance juga dapat meningkatkan toleransi glukosa. Obat ini bisa digunakan sebagai terapi tunggal atau dibarengi dengan obat diabetes lainnya. Untuk hasil yang lebih efektif dan optimal, konsumsi Glucovance dapat dibarengi dengan asupan makanan sehat dan olahraga yang rutin. Glucovance termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter.

Terapi awal Glucovance ditujukan sebagai terapi tambahan untuk mendampingi diet sehat dan olahraga yang dijalani oleh pasien. Manfaatnya yaitu untuk memperbaiki dan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. sedangkan terapi kedua Glucovance ditujukan apabila diet dan olahraga pada terapi awal tidak cukup efektif. sehingga, dosis antara terapi awal dan terapi kedua yang dikonsumsi berbeda.

Efek Samping Glucovance

Efek samping yang mungkin terjadi selama mengonsumsi Glucovance antara lain:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Mual dan muntah, diare dan sakit perut. efek samping obat yang mengandung metformin seperti Glucovance pada saluran pencernaan lebih tinggi dibandingkan obat diabetes lainnya
  • Efek hipoglikemia (kadar gula darah berada di bawah normal)

Efek samping yang jarang terjadi yaitu penimbunan asam laktat. Gejalanya meliputi nyeri otot, kesemutan atau mati rasa pada lengan dan kaki, kelelahan dan lemas tanpa sebab, serta merasa kedinginan. Jika gejala efek samping tidak kunjung mereda bahkan semakin bertambah parah, segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan perubahan efek obat ketika dikonsumsi bersamaan dengan obat lainnya. Hal ini bisa menyebabkan kurangnya efektivitas obat atau menimbulkan efek samping lainnya. Beberapa jenis obat yang akan berinteraksi dengan Glucovance di antaranya yaitu:

  • Cimetidine dan antibiotic cefalexin
  • Obat kationik, misalnya seperti amilorid, digoxin, morfin, procainamide, quinidine, kina, ranitidine, triamterene, trimethoprim, vankomisin
  • Alkohol, siklofosfamid, anti koagulan kumarin, inhibitor MAO, fenilbutazon, sulfonamid
  • Obat kortikosteroid, tiazid, dan diuretik lainnya
  • Fenotiazin
  • Estrogen
  • PilKB
  • Fenitoin
  • Asam nikotinat
  • Simpatomimetik

Beritahukan kepada dokter jika Anda belakangan atau sedang mengonsumsi salah satu dari jenis obat tersebut.

Perhatian Khusus

Glucovance tidak dianjurkan dikonsumsi untuk pasien dengan kondisi berikut ini:

  • Hipersensitif terhadap glibenclamide, metformin HCl, sulfonylurea, atau sulfonamide
  • Penderita penyakit ginjal atau gangguan fungsi ginjal
  • Penderita gagal jantung kongestif yang memerlukan terapi farmakologi
  • Pasien penderita kelainan darah (porphyria)
  • Pasien dengan penyakit hati
  • Pasien dengan kadar asam dalam tubuh yang tinggi akibat asidosis metabolik akut
  • Ketoasidosis metabolik akut
  • Ketoasidosis diabetikum dengan atau tanpa koma
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Untuk pasien yang sedang menjalani pemeriksaan radiologis yang melibatkan pemberian bahan kontras beryodium secara intravaskular, konsumsi Glucovance harus dihentikan sementara
  • Ibu menyusui

Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat atau sedang mengalami kondisi tersebut. Simpan Glucovance di tempat dengan suhu di bawah 30°C, yaitu sekitar 15°C – 25°C. Pasien yang mengonsumsi obat ini kemungkinan akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, gunakan krim tabir surya dan pakaian yang bisa melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.