Category: Kesehatan Wanita

Dampak dari Prosedur Sunat Perempuan

Dampak dari Prosedur Sunat Perempuan

Sunat perempuan telah menjadi istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita. Sunat perempuan adalah prosedur yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh alat kelami wanita di bagian luar.  Faktanya, prosedur ini tidak dilakukan atas alasan medis dan memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

Istilah sunat perempuan sebenarnya tidak tepat. Prosedur ini lebih tepat disebut sebagai mutilasi alat kelamin wanita atau female genital mutilation. Sebab, bukan hanya kulup atau lipatan kulit yang mengeliling klitoris yang diangkat dalam prosedur ini, tetapi juga klitoris itu sendiri.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebenarnya telah melarang kegiatan ini. United Nations Populations Fund (UNFPA), suatu lembaga di bawah naungan PBB memiliki tugas untuk menyelesaikan masalah sunat perempuan di dunia. Setidaknya terdapat 200 juta wanita yang telah disunat dengan prosedur ini.

Sebagian besar perempuan yang disunat berada di benua Afrika dan area timur tengah. Sunat perempuan pun juga banyak dilakukan di negara Amerika Selatan, Eropa Timur, dan Asia termasuk Indonesia. Praktik ini susah untuk dihentikan karena dapat terbentur alasan agama dan budaya. Namun, karena alasan medis, banyak organisasi di dunia yang melarang praktik ini.

Dampak jangka pendek sunat perempuan

Sunat perempuan tidak hanya berdampak buruk bagi dalam jangka pendek, tetapi juga untuk jangka waktu yang panjang. Untuk jangka pendek, efek samping yang terjadi adalah sebagai berikut.

  • Perdarahan yang mengakibatkan shock atau kematian 
  • Infeksi pada seluruh organ panggul yang mengarah pada sepsis 
  • Tetanus yang menyebabkan kematian 
  • Gangrene atau matinya jaringan tubuh akibat tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup yang dapat menyebabkan kematian 
  • Sakit kepala yang luar biasa mengakibatkan shock 
  • Retensi urine karena pembengkakan dan sumbatan pada uretra.

Risiko jangka panjang

Meski beberapa negara masih memperbolehkan sunat perempuan karena alasan sosial dan budaya. World Health Organization (WHO) telah melarang praktiknya karena dapat menyebabkan efek samping yang besar, termasuk kematian. Risiko jangka panjang yang dapat terjadi karena prosedur ini adalah sebagai berikut.

  1. Infeksi

Infeksi seperti abses genital atau munculnya benjolan berisi nanah di area genital, hingga terjangkit hepatitis B adalah risiko yang bisa muncul akibat sunat perempuan. Infeksi pada area vagina juga semakin rentan terjadi karena sunat perempuan membuat jaringan vagina lebih mudah sobek saat berhubungan seksual.

  1. Depresi dan gangguan kecemasan

Sunat wanita tidak hanya berdampak secara fisik bagi yang mengikuti prosedurnya, tetapi juga pada kesehatan mental. Bagi beberapa wanita, prosedur sunat perempuan dapat menimbulkan trauma. Trauma tersebut dapat menimbulkan depresi dan gangguan kecemasan seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Bahkan, menurut penelitian dari WHO, sebanyak lebih dari 30% perempuan yang melakukan prosedur ini mengalami PTSD.

  1. Gangguan hubungan seksual

Prosedur sunat perempuan dapat menimbulkan jaringan parut yang dapat menimbulkan nyeri, terutama saat berhubungan seksual. Kondisi ini pun dapat menimbulkan gairah wanita atau libido menurun dan menyebabkan vagina kering, serta membuat kepuasan seksual wanita menurun. Peregangan juga akan sulit karena adanya luka pada vagina akan membuat jaringannya kurang elastis.

  1. Haid yang tidak kunjung selesai

Prosedur sunat wanita pada tipe yang paling parah dapat membuat wanita mengalami nyeri haid yang sangat sakit. Sebab, adanya penyempitan bukaan vagina membuat darah menstruasi lebih sulit keluar dan membuat haid berlangsung lama.

  1. Gangguan kandung kemih

Sunat perempuan juga dapat menghambat aliran urine, karena itu wanita yang melakukan prosedur ini akan lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih. Karena alirannya tehambat, urine kemudian dapat menumpuk dan terkristalisasi atau mengeras, sehingga batu kandung kemih akan terbentuk

Selain lima dampak di atas, berikut efek samping jangka panjang lainya dari prosedur sunat wanita.

  • Rasa sakit berkepanjangan pada saat berhubungan seks 
  • Penis tidak dapat masuk dalam vagina sehingga memerlukan tindakan operasi 
  • Disfungsi seksual (tidak dapat mencapai orgasme pada saat berhubungan seks) 
  • Disfungsi haid yang mengakibatkan hematocolpos (akumulasi darah haid dalam vagina), hematometra (akumulasi darah haid dalam rahim), dan hematosalpinx (akumulasi darah haid dalam saluran tuba) 
  • Infeksi saluran kemih kronis 
  • Inkontinensi urine (tidak dapat menahan kencing) 
  • Bisa terjadi abses, kista dermoid, dan keloid (jaringan parut mengeras).